Bedah Pola 4-2-3-1: Evolusi Sistem Penyerangan yang Efektif

Sudah saatnya berakhir Formasi 4-4-2 dan 4-3-3 dimana Sistem penyerangan dan permainan terbuka sudah mulai di kikis oleh permainan bertahan total dan membuat serangan seektif mungkin. hal ini dibuktikan dengan mulai terkikisnya permainan terbuka dan menurunnya prestasi dari tim permainan terbuka. 

Barcelona dan Man. Utd sudah mulai kehilangan dominasi akibat serangan dari formasi 4-2-3-1. Real Madrid, Man. City, FC Internazionale, FC Bayern, Chelsea menggunakan formasi 4-2-3-1. sementara Spanyol dan Belanda di Piala Dunia 2010 menggunakan Formasi Serupa. 


Formasi 4-2-3-1 adalah sebuah formasi Evolusi dari 4-5-1 dimana permainan lini tengah di Isi 2 Gelandang Bertahan, 2 Sayap dan 1 Trequertista (Penyerang Lubang). perhatikan gambar berikut beserta pola pergerakan pemain.

FORMASI 4-2-3-1
4-2-3-1 memang formasi yang lengkap, memiliki sayap, pengatur serangan, dan gelandang bertahan. Selain itu, formasi ini dinilai kuat dalam bertahan dan juga menyerang. Dengan adanya 2 Gelandang Bertahan, ditambah 4 pemain belakang maka permainan sepakbola akan condong dengan kekuatan bertahan.

Adapun pola penyerangan akan menggunakan 1 penyerang dengan tipe Big Man atau penyerang murni di bantu oleh 2 Sayap kiri dan kanan serta di cover oleh penyerang lubang.

Walaupun formasi ini hanya menempatkan satu orang penyerang, bukan berarti akan sulit mencetak gol. Dua pemain sayap akan senantiasa menyerang dari pinggir lapangan dan menerobos masuk ke daerah pertahanan lawan sehingga dapat mencetak gol. Begitu juga dengan Penyerang Lubang yang juga bisa dijadikan sebagai penyerang kedua untuk masuk ke daerah pertahanan lawan.

4-2-3-1 juga terbukti dahsyat dalam melakukan serangan balik. Meski kerap menampilkan sepakbola bertahan yang bersifat bermain negatif, mereka mengandalkan kejutan serangan dengan kekuatan yang mempunyai daya ledak tinggi sehingga permainan menjadi sangat efektif. sebagai bukti tim Inter kala mengalahkan FC Barcelona 3-1 di Semifinal Liga Champions dan juga ketika Jerman mengalahkan Argentina dan Inggris di Babak Perdelapan dan Perempatfinal Piala Dunia 2010.

Kini, beberapa tim-tim eropa mulai mengikuti jejak Spanyol dan Inter Milan. Real Madrid asuhan Jose Mourinho sudah jelas akan menerapkan formasi ini. Rekrutan anyar Angel Di Maria, Mesut Oezil, dan Sami Khedira akan menambah kekuatan ‘El Merengues’. Khedira akan mendampingi Alonso di lini tengah. Sementara Oezil untuk sementara menggantikan tugas Kaka yang sedang cedera dengan dibantu oleh Cristiano Ronaldo dan Di Maria di sisi sayap.
 



Formasi Real Madrid : 4 - 2 - 3 - 1
Dengan menggunakan Formasi 4-2-3-1 diharapkan sebuah tim bisa menjadi bermain lebih efektif dalam melakukan percobaan atau Attemps dan membuat permainan lebih asik serta penjaga gawang pun akan bekerja lebih keras lagi dalam mengamankan gawangnya dari serangan lawan.

Demikianlah pembahasan Formasi kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.







1 Komentar:

Anonim mengatakan...

mantap gannn