Rasanya tak ada tim yang
mengalami prahara sehebat Malaga di awal musim. Terlilit hutang karena pemilik
klub berhenti berinvestasi, terpaksa melego bintang, berhutang gaji pada
pemain, hingga penundaan uang hadiah dari UEFA
Dalam
kondisi seperti ini Los Boquerones-julukan Malaga diprediksi Cuma sebagai
pelengkap di Liga Champions (UCL). Tim asuhan Manuel Pelegrini tersebut tak
mungkin melewati AC Milan, Anderlecht bahkan Zenit St. Petersburg sebagai wakil
di babak Knock Out UCL.
Semua
anggapan itu mentah setelah Malaga melewati 4 pertandingan awal di UCL. Malaga
perkasa dipuncak klasemen dengan memenangi 3 partai dan 1 hasil imbang dengan
hasil akhir finis di posisi pertama diatas AC Milan dengan mengkoleksi 12 Poin. Berikut beberapa Faktor yang menyebabkan
suksesnya Malaga di debutnya di Liga Champions UEFA.






